Institute For Advanced Study at Indonesia
Visi:
Pengumpulan sumber belajar
Misi:
Print Buku-Buku dan Naskah Ilmiah
Proyek Pengumpulan 1.000.000 Buah Kertas Ilmiah dan Buku-Buku
[1 Million Fundamental Research, Philosophy, Mathematics, Physics, ect Paper Project]
Visi Pengumpulan Koleksi 100.000 Buah Buku Ilmiah
Team IIFR berusaha mengumpulkan paper dalam bidang fundamental research [Basic Science], filsafat, matematika, kefisikaan, dll sebanyak 1 Juta Paper dan 100.000 buah buku.
Langkah-langkah:
1. Mencari sumber-sumber paper, buku, dll di Internet
2. Mengunduhnya dan mengunggahnya di group ini.
Semoga bisa.
Thursday, October 12, 2017
Thursday, October 13, 2016
Memahami Kalkulus Vektor
Apa Itu Kalkulus Vektor?
Penulis Catatan: Mba Nawa, M.Sc.
Sumber Tambahan: Wikipedia
Ketua Panitia: Mba Siti Wirdah, M.Sc.
Guru: Dr. rer. nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Sc.
(Doctor of Physics, Technical University of Clausthal, Germany)
ASSOCIATE PROFESSOR: Laboratorium Fisika Atom dan Inti, FMIPA UGM
Kalkulus Vektor (Bahasa Inggris: Vector Calculus) (atau sering disebut Analisis Vektor) dalam matematika adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari analisis riil dari vektor dalam dua atau lebih dimensi. Cabang ilmu ini sangat berguna bagi para insinyur dan fisikawan dalam menyelasikan masalah karena mengandung teknik-teknik dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan vektor.
Salah satu fokus dari kalkulus vektor adalah permasalahan bidang skalar, di mana terdapat suatu nilai dalam setiap titik dalam ruang. Contoh dari bidang skalar adalah temperatur udara di dalam suatu kamar. Kalkulus vektor juga fokus pada bidang vektor, di mana terdapat suatu vektor dalam setiap titik dalam ruang. Contoh dari bidang vektor adalah aliran air di laut di mana dalam setiap titik arah aliran bisa berbeda-beda.
[1]
Vector calculus, or vector analysis, is a branch of mathematics concerned with differentiation and integration of vector fields, primarily in 3-dimensional Euclidean space
The term "vector calculus" is sometimes used as a synonym for the broader subject of multivariable calculus, which includes vector calculus as well as partial differentiation and multiple integration.
Vector calculus plays an important role in differential geometry and in the study of partial differential equations. It is used extensively in physics and engineering, especially in the description of electromagnetic fields, gravitational fields and fluid flow.
Vector calculus was developed from quaternion analysis by J. Willard Gibbs and Oliver Heaviside near the end of the 19th century, and most of the notation and terminology was established by Gibbs and Edwin Bidwell Wilson in their 1901 book, Vector Analysis.
[2]
[3]
Sumber Tambahan: Wikipedia
Ketua Panitia: Mba Siti Wirdah, M.Sc.
Guru: Dr. rer. nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Sc.
(Doctor of Physics, Technical University of Clausthal, Germany)
ASSOCIATE PROFESSOR: Laboratorium Fisika Atom dan Inti, FMIPA UGM
Tuesday, October 11, 2016
Mengenal Vektor dan Skalar
Vektor dan hitung vektor (penjumlahan, perkalian dengan skalar, pengurangan vektor, vektor satuan, basis ortonormal, notasi jumlahan, hasil kali skalar, hasil kali silang, hasil kali tensor, transformasi ortogonal, redefinisi vektor dan skalar)
1. Scalar may refer to:
Scalar (mathematics), an element of a field, usually a real number, which is used to define a vector space
Scalar (physics), a quantity represented by a mathematical scalar that is independent of specific classes of coordinate systems, or one that is usually said to be described by a single real number.
2. When used without any further description, vector refers either to:
-Most generally, an element of a vector space
In physics and geometry,
-a Euclidean vector, used to represent physical quantities that have both magnitude and direction
Penulis Catatan: Mba Nawa, M.Sc.
[1]
Vektor
[2]
Sumber Tambahan: Wikipedia
Ketua Panitia: Mba Siti Wirdah, M.Sc.
Guru: Dr. rer. nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Sc.
(Doctor of Physics, Technical University of Clausthal, Germany)
ASSOCIATE PROFESSOR: Laboratorium Fisika Atom dan Inti, FMIPA UGM
Sunday, October 9, 2016
Ruang Vektor
Ruang Vektor
Penulis Catatan: Mba Nawa, M.Sc.
Sumber Tambahan: Wikipedia
Ketua Panitia: Mba Siti Wirdah, M.Sc.
Guru: Dr. rer. nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Sc.
(Doctor of Physics, Technical University of Clausthal, Germany)
ASSOCIATE PROFESSOR: Laboratorium Fisika Atom dan Inti, FMIPA UGM
[1]
Ruang vektor adalah struktur matematika yang dibentuk oleh sekumpulan vektor, yaitu objek yang dapat dijumlahkan dan dikalikan dengan suatu bilangan, yang dinamakan skalar. Skalar sering adalah bilangan riil, tapi kita juga dapat merumuskan ruang vektor dengan perkalian skalar dengan bilangan kompleks, bilangan rasional, atau bahkan medan.
[2]
Operasi penjumlahan dan perkalian vektor mesti memenuhi persyaratan tertentu yang dinamakan aksioma.
Contoh ruang vektor adalah vektor Euklides yang sering digunakan untuk melambangkan besaran fisika seperti gaya.
Dua gaya dengan jenis sama dapat dijumlahkan untuk menghasilkan gaya ketiga, dan perkalian vektor gaya dengan bilangan riil adalah vektor gaya lain.
Vektor yang melambangkan perpindahan pada bidang atau pada ruang tiga dimensi juga membentuk ruang vektor.
[3]
Ruang vektor merupakan subjek dari aljabar linear, dan dipahami dengan baik dari sudut pandang ini, karena ruang vektor dicirikan oleh dimensinya, yang menspesifikasikan banyaknya arah independen dalam ruang.
Teori ruang vektor juga ditingkatkan dengan memperkenalkan struktur tambahan, seperti norma atau hasilkali dalam. Ruang seperti ini muncul dengan alamiah dalam analisis matematika, dalam bentuk ruang fungsi berdimensi takhingga, dengan vektornya adalah fungsi.
Teori ruang vektor juga ditingkatkan dengan memperkenalkan struktur tambahan, seperti norma atau hasilkali dalam. Ruang seperti ini muncul dengan alamiah dalam analisis matematika, dalam bentuk ruang fungsi berdimensi takhingga, dengan vektornya adalah fungsi.
Secara historis, gagasan awal yang berbuah pada konsep ruang vektor dapat dilacak dari geometri analitik abad ke-17, matriks, sistem persamaan linear, dan vektor Euklides. Pembahasan modern yang lebih abstrak pertama kali dirumuskan oleh Giuseppe Peano pada akhir abad ke-19, yang meliput objek lebih umum daripada ruang Euklides, namun kebanyakan teori tersebut dapat dipandang sebagai perluasan gagasan geometri klasik seperti garis, bidang, dan analognya yang berdimensi lebih tinggi.
Saat ini, ruang vektor diterapkan di seluruh bidang matematika, sains dan rekayasa.
Saat ini, ruang vektor diterapkan di seluruh bidang matematika, sains dan rekayasa.
[5]
Ruang vektor adalah konsep aljabar linear yang sesuai untuk menghadapi sistem persamaan linear, menawarkan kerangka kerja untuk deret Fourier (yang digunakan dalam pemampatan citra), atau menyediakan lingkungan yang dapat digunakan untuk teknik solusi persamaan diferensial parsial.
Lebih jauh lagi, ruang vektor memberikan cara abstrak dan bebas koordinat untuk berurusan dengan objek geometris dan fisis seperti tensor.
Pada gilirannya ini memungkinkan pemeriksaan sifat lokal manifold menggunakan teknik pelinearan. Ruang vektor dapat dirampatkan ke beberapa arah, dan menghasilkan konsep lebih lanjut dalam geometri dan aljabar abstrak.
Pada gilirannya ini memungkinkan pemeriksaan sifat lokal manifold menggunakan teknik pelinearan. Ruang vektor dapat dirampatkan ke beberapa arah, dan menghasilkan konsep lebih lanjut dalam geometri dan aljabar abstrak.
Penulis Catatan: Mba Nawa, M.Sc.
Sumber Tambahan: Wikipedia
Ketua Panitia: Mba Siti Wirdah, M.Sc.
Guru: Dr. rer. nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Sc.
(Doctor of Physics, Technical University of Clausthal, Germany)
ASSOCIATE PROFESSOR: Laboratorium Fisika Atom dan Inti, FMIPA UGM
Fisika Upaya Memahami Alam Semesta
Apa Itu Fisika?
Ketua Panitia: Mba Siti Wirdah, M.Sc.
Guru: Dr. rer. nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Sc.(Doctor of Physics, Technical University of Clausthal, Germany)
ASSOCIATE PROFESSOR: Laboratorium Fisika Atom dan Inti, FMIPA UGM
School of Physics 2016
Topik Bahasan;
Hari ke-1.
Vektor dan hitung vektor (penjumlahan, perkalian dengan skalar, pengurangan vektor, vektor satuan, basis ortonormal, notasi jumlahan, hasil kali skalar, hasil kali silang, hasil kali tensor, transformasi ortogonal, redefinisi vektor dan skalar)
Hari ke-2.
Ruang vektor (definisi dan contoh-contoh)
Hari ke-3.
Kalkulus vektor (medan vektor dan medan skalar, kurva integral, permukaan isoskalar, gradiensi, divergensi, rotasi, laplacian, teorema gauss dan teorema stokes)
Hari ke-4.
Tata koordinat lengkung (tata koordinat kartesius, tata koordinat umum, domain, transformasi koordinat, kurva (lengkung) koordinat, permukaan koordinat, basis kontravarian, basis kovarian, tensor metrik, unsur panjang, unsur luasan, unsur volume, gradiensi, divergensi, rotasi, laplacian, serta tata koordinat yang pernah ada)
Hari ke-5.
Lanjutan ruang vektor : pemetaan linear, isomorfisme, wakilan metrik pemetaan linear, sistem persamaan linear, masalah swanilai
Hari ke-6. Pengangtar analisa fungsional : ruang bermetrik, ruang bernorma, ruang banach, ruang berproduk skalar, ruang Hilbert, basis ortonormal
Hari ke-7. Operator dalam ruang Hilbert (operator Hermitean, self adjoint, swanilai, swavektor , spektrum Hidrogen)
Ketua Panitia: Mba Siti Wirdah, M.Sc.
(Doctor of Physics, Technical University of Clausthal, Germany)
ASSOCIATE PROFESSOR: Laboratorium Fisika Atom dan Inti, FMIPA UGM
Sunday, September 11, 2016
Risalah IIFR
Indonesia Institute of Fundamental Research
"Konsep, ide, ideologi, gagasan, kreatifitas, cara berpikir dan Universes View yang fundamental tidak dapat dihadapi dengan sesuatu yang sepadan.
Kita tidak bisa demo menentang pemikiran.
Kita harus menghadapinya dengan konsep dan ide yang lebih kuat lagi paripurna.
Maka dari itu sikap kita adalah Mengkaji Ipteks dengan metode yang lebih canggih."
*Risalah IIFR*
Photo @ Pantai Santolo, Cilaut Eureun, Pameungpeuk. Garut, West Java. Indonesia
Thursday, September 1, 2016
Indonesia Institute of Fundamental Research
IIFR akan mengumpulkan seluruh jejaring penelitian dasar (Fundamental Research / Basic Research) yang ada di Internet serta mengunduh publikasinya, moga bermanfaat ya sahabat.
"Basic research, also called pure research or fundamental research, is scientific research aimed to improve scientific theories for improved understanding or prediction of natural or other phenomena. Applied research, in turn, uses scientific theories to develop technology or techniques to intervene and alter natural or other phenomena. Though often driven by curiosity, basic research fuels applied science's innovations. The two aims are often coordinated in research and development."
Monday, August 1, 2016
Indonesia Institute of Fundamental Research
IIFR akan mengumpulkan seluruh jejaring penelitian dasar (Fundamental Research / Basic Research) yang ada di Internet serta mengunduh publikasinya, moga bermanfaat ya sahabat.
"Basic research, also called pure research or fundamental research, is scientific research aimed to improve scientific theories for improved understanding or prediction of natural or other phenomena. Applied research, in turn, uses scientific theories to develop technology or techniques to intervene and alter natural or other phenomena. Though often driven by curiosity, basic research fuels applied science's innovations. The two aims are often coordinated in research and development."
Friday, July 1, 2016
Indonesia Institute of Fundamental Research
IIFR akan mengumpulkan seluruh jejaring penelitian dasar (Fundamental Research / Basic Research) yang ada di Internet serta mengunduh publikasinya, moga bermanfaat ya sahabat.
"Basic research, also called pure research or fundamental research, is scientific research aimed to improve scientific theories for improved understanding or prediction of natural or other phenomena. Applied research, in turn, uses scientific theories to develop technology or techniques to intervene and alter natural or other phenomena. Though often driven by curiosity, basic research fuels applied science's innovations. The two aims are often coordinated in research and development."
Tuesday, October 13, 2015
Monday, October 13, 2014
Friday, November 29, 2013
Saturday, October 5, 2013
SDM dan Tantangan Masa Depan II
Arti modal yang luas adalah uang ditambah dengan pengembangan SDM dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sekarang mengenai posisi sumber daya manusia Indonesia, pemerintah membutuhkan 1% dari penduduk Indonesia untuk pengembangan teknologi tinggi, memang benar. Amerika Serikat memiliki sekitar 2,8% dari penduduknya bekerja dalam teknologi tinggi, Jepang memiliki hampir 5%, sedangkan Jerman memiliki antara 3% - 4% dari penduduknya bekerja dan menguasai teknologi tinggi, tapi saya mengatakan Indonesia cukup memiliki 1% dari 184 juta atau 1,8 juta saja.
Dan sekarang kita baru memiliki 16.000, mereka berkerja di PT IPTN, jadi sudah terlihat kita mulai bergerak ke sasaran itu.
Saya juga telah menjelaskan bahwa di dalam suatu sistem ekonomi semuanya mengalami penyusutan, apakah gedung, mobil atau pun investasi apa saja, bahkan uang pun mengalami penyusutan. Kita pernah mengalami, satu dolar senilai Rp 400 sekarang Rp 2.000 yang memperlihatkan penyusutan nilai. Kita mengetahui ini disebabkan antara lain oleh kebijaksanaan devaluasi.
Semua itu mengalami penyusutan, yang tidak mengalami penyusutan hanyalah modal SDM yang terbarukan yang terampil yang terus-menerus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan SDM terbarukan yang sekali unggul dalam keterampilan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tetap tidak akan menga-lami penyusutan nilainya. Lihat saja, tidak ada gaji dari seseorang yang tiap tahunnya turun, tetapi selalu naik apakah ia pengawai negeri, pegawai kecil sekurang-kurangnya disesuaikan dengan penyusutan nilai rupiahnya terhadap kekuatan pasar atau inflasi.
SDM yang unggul akan terus menguasai ilmu pengetahuan dan terus menguasai ekonomi.
Jadi kalau kita melihat modal dalam bentuk finansial SDM yang terbarukan dan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka jelas SDM yang terbarukan dan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dan nilainya terus meningkat.
Saya pernah mendengar usulan agar sebaiknya kita tidak mengarah menjadi the new industrial society tetapi the new agroindustrial society yang dititik beratkan pada pertanian sebagai keunggulan kita. Saya bertanya apakah bisa dibayangkan bangsa Indonesia dapat tumbuh dan melaksanakan skenario ekonominya tanpa listrik, tanpa telepon, tanpa telex, tanpa telefax, tanpa pesawat terbang, tanpa mobil, tanpa kereta api, tanpa kapal laut, tanpa pelabuhan, tanpa peramalan cuaca, tanpa komputer?
Tidak mungkin!
Semua itu adalah hasil karya SDM yang terampil dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Karena SDM yang terampil dan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi itu nilainya meningkat terus, maka produk yang dihasilkan juga akan meningkat nilainya secara absolut. Sedangkan unggulan produk pertanian akan banyak mengalami kesu-litan sebagaimana ditunjukkan oleh sulitnya petani untuk menjual beras.
Negara-negara Eropa dan Amerika tiada henti-hentinya mendiskusikan masalah perdagangan produk pertanian di GATT.
Jika kita mengunggulkan suatu produk dengan pasar yang terbatas, kelebihan produknya berakibat pada penu-runan harga. Padahal kita membutuhkan dana untuk membeli produk basil tenaga kerja terampil.
Dari mana kita memperoleh dananya?
Dari kredit, tidak mungkin. Bank hanya memberikan kredit jika si peminjam adalah creditable.
Kalau suatu hari minyak dan gas hanya tinggal untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan kita hanya mengandalkan keunggulan produk pertanian saja, tanpa menghiraukan apa yang saya namakan produk SDM terbarukan dengan teknologinya, maka jangan heran kita akan menghadapi neraca perdagangan yang negatif dan neraca pembayaran negatif terus menerus. Kalau terjadi, maka runtuhlah sistem ekonomi kita.
Masalah yang dihadapi negara maju sekarang pun ialah neraca perdagangan dan neraca pembayaran yang sudah mulai tidak stabil. Saya tidak mau menggurui, saya tidak mau menjelaskan ekonomi secara rinci karena saya anggap hal ini sudah sama-sama kita pahami.
Saya hanya mengulanginya secara ringkas mengapa saya menggaris bawahi bahwa modal dalam arti yang luas ini harus memperhatikan 3 jenis, yaitu finansial, SDM dan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Oleh karena itu saya tidak henti-hentinya menyerukan pentingnya pendidikan karena kaitannya dengan SDM tersebut.
Sumber:
Prof. B.J. Habibie
Saturday, September 7, 2013
SDM dan Tantangan Masa Depan I
Di dalam proses pendidikan dan
strategi industrialisasi ada sesuatu yang bersifat irreversible (tak
dapat dibalik kembali).
Kesalahan pilihan dan strategi di masa kini akan berakibat fatal bagi kelangsungan bangsa di masa depan. Oleh karena itu, ukuran tepat atau tidaknya pilihan yang kita ambil tidak bisa hanya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan jangka pendek, tetapi secara cermat harus memperhitungakan kemungkinan-kemungkinan perkembangnnya di masa depan.
Seperti telah diutarakan dimuka, tantangan pendidikan di Indonesia, selain menuntut upaya peningkatan dan pelebaran kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, yang tak kalah pentingnya adalah bagimana mencari keterkaitan dan kecocokannya dengan dinamika industrialisasi.
Tuntutan yang terakhir ini amat logis jika dihubungkan dengan upaya memberdayakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang sangat mendasar. Sebagaimana telah disinggung di atas, tantangan utama pembangunan Indonesia adalah bagaiamana mengatasi problema kemiskinan serta tingginya jumlah pencari kerja. Tantangan ini hanya bisa dihadapi, jika ada upaya-upaya perluasan kesempatan kerja yang seiring dengan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat itu sendiri sesuai dengan dinamika yang ada. Perluasan kesempatan kerja tidak dapat dilepaskan dari teknologi dan peranannya dalam proses peningkatan nilai tambah dan penurunan biaya tambah dalam peningkatan hasil produksi.
Sasaran kita adalah meningkatkan nilai tambah dan mengurangi biaya tambah dengan mengusahakan perluasan kesempatan kerja sebesar-besarnya. Bertolak dari demikiran ini kita harus menggunakan energi sumber daya manusia secara berdayaguna untuk menggerakkan pembangunan. Manusia adalah potensi nasional, kita harus melakukan investasi yang diperlukan untuk mempelajari serta menggerakkan tenaga manusia untuk pembangunan.
Upaya untuk mengembangan potensi sumber daya ma-nusia ini tidak cukup hanya dilakukan secara teoritis melalui pendidikan buku saku dan diktat saja. Para teknisi dan insinyur muda harus memiliki kesempatan untuk bersen-tuhan langsung dengan solusi masalah-masalah nyata dalam inkubator-inkubator pengembangan teknologi serta perusa- haan-perusahaan industri yang padat teknologi. Mereka harus terbiasa dengan proses-proses produksi dan distribusi barang dan jasa. Saya juga sudah menjelaskan bahwa arti kapital (modal) dalam ekonomi adalah luas sekali.
Manusia yang tidak mempunyai uang tidak mempunyai keterampilan, tetapi apabila mempunyai hubungan yang baik dengan direktur utama dari suatu perusahaan, hubungan yang baik itu merupakan modal yang kuat baginya, sehingga dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan memanfaatkan infomasi secara optimum untuk mengembangkan usahanya. Walaupun tanpa modal finansial tanpa keterampilan, tanpa pengalaman, tetapi mempunyai hu-bungan baik, maka orang tersebut sebenarnya juga mempunyai modal.
Saya telah menggaris bawahi bahwa dalam 25 tahun yang lalu modal dalam arti yang luas itu terbatas hanya pada modal yang berhubungan dengan uang (finansial). Oleh karena itu sebagian besar permasalahan dilihat dari kacamata seorang banker yang melihat modal sebagai finansial. Saya telah berusaha menjelaskan bahwa dalam 25 tahun yang akan datang, mekanisme yang telah dikembangkan 25 tahun yang lalu dengan institusi-institusi yang sudah ada kita kembangkan bersama-sama. Kita harus tetap mengembang kannya tentunya dengan berbagai koreksi.
Sumber:
Prof. Habibie
Kesalahan pilihan dan strategi di masa kini akan berakibat fatal bagi kelangsungan bangsa di masa depan. Oleh karena itu, ukuran tepat atau tidaknya pilihan yang kita ambil tidak bisa hanya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan jangka pendek, tetapi secara cermat harus memperhitungakan kemungkinan-kemungkinan perkembangnnya di masa depan.
Seperti telah diutarakan dimuka, tantangan pendidikan di Indonesia, selain menuntut upaya peningkatan dan pelebaran kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, yang tak kalah pentingnya adalah bagimana mencari keterkaitan dan kecocokannya dengan dinamika industrialisasi.
Tuntutan yang terakhir ini amat logis jika dihubungkan dengan upaya memberdayakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang sangat mendasar. Sebagaimana telah disinggung di atas, tantangan utama pembangunan Indonesia adalah bagaiamana mengatasi problema kemiskinan serta tingginya jumlah pencari kerja. Tantangan ini hanya bisa dihadapi, jika ada upaya-upaya perluasan kesempatan kerja yang seiring dengan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat itu sendiri sesuai dengan dinamika yang ada. Perluasan kesempatan kerja tidak dapat dilepaskan dari teknologi dan peranannya dalam proses peningkatan nilai tambah dan penurunan biaya tambah dalam peningkatan hasil produksi.
Sasaran kita adalah meningkatkan nilai tambah dan mengurangi biaya tambah dengan mengusahakan perluasan kesempatan kerja sebesar-besarnya. Bertolak dari demikiran ini kita harus menggunakan energi sumber daya manusia secara berdayaguna untuk menggerakkan pembangunan. Manusia adalah potensi nasional, kita harus melakukan investasi yang diperlukan untuk mempelajari serta menggerakkan tenaga manusia untuk pembangunan.
Upaya untuk mengembangan potensi sumber daya ma-nusia ini tidak cukup hanya dilakukan secara teoritis melalui pendidikan buku saku dan diktat saja. Para teknisi dan insinyur muda harus memiliki kesempatan untuk bersen-tuhan langsung dengan solusi masalah-masalah nyata dalam inkubator-inkubator pengembangan teknologi serta perusa- haan-perusahaan industri yang padat teknologi. Mereka harus terbiasa dengan proses-proses produksi dan distribusi barang dan jasa. Saya juga sudah menjelaskan bahwa arti kapital (modal) dalam ekonomi adalah luas sekali.
Manusia yang tidak mempunyai uang tidak mempunyai keterampilan, tetapi apabila mempunyai hubungan yang baik dengan direktur utama dari suatu perusahaan, hubungan yang baik itu merupakan modal yang kuat baginya, sehingga dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan memanfaatkan infomasi secara optimum untuk mengembangkan usahanya. Walaupun tanpa modal finansial tanpa keterampilan, tanpa pengalaman, tetapi mempunyai hu-bungan baik, maka orang tersebut sebenarnya juga mempunyai modal.
Saya telah menggaris bawahi bahwa dalam 25 tahun yang lalu modal dalam arti yang luas itu terbatas hanya pada modal yang berhubungan dengan uang (finansial). Oleh karena itu sebagian besar permasalahan dilihat dari kacamata seorang banker yang melihat modal sebagai finansial. Saya telah berusaha menjelaskan bahwa dalam 25 tahun yang akan datang, mekanisme yang telah dikembangkan 25 tahun yang lalu dengan institusi-institusi yang sudah ada kita kembangkan bersama-sama. Kita harus tetap mengembang kannya tentunya dengan berbagai koreksi.
Sumber:
Prof. Habibie
Tuesday, February 5, 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)















